Unirversitas
Universitas (dari bahasa Latin universitas, artinya “keseluruhan”) adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian, yang memberikan gelar akademis dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana.
Kata universitas berasal dari bahasa Latin universitas magistrorum et scholarium, yang berarti “komunitas guru dan cendekiawan“.Pendahulu universitas sudah ada lama di Asia dan Afrika, akan tetapi sistem universitas modern berakar pada universitas Abad Pertengahan di Eropa yang diciptakan di Italia dan pada dasarnya berakar pada Sekolah yang dikelola oleh Gereja Katolik untuk imamat pada masa Abad Pertengahan Tinggi
Definisi
Kata bahasa Latin asli, universitas, secara umum berarti “orang-orang yang terasosiasi dengan sebuah badan, masyarakat, perusahaan, komunitas, kelompok pekerja, korporasi, dll. Dengan perkembangan kehidupan urban, serta munculnya kelompok pekerja di Abad Pertengahan, arti istilah ini kemudian berkembang menjadi “asosiasi siswa dan guru dengan hak legal kolektif yang biasanya dipersetujui dalam sebuah fakta yang dikeluarkan oleh pangeran atau pemimpin kota mereka”. Seperti kelompok pekerja lainnya, universitas yang ada pada masa itu memiliki peraturannya sendiri dan bebas menentukan kualifikasi anggotanya sendiri.
Di masa modern, arti kata ini telah berubah menjadi “sebuah institusi pendidikan tinggi yang menawarkan pengajaran dalam bidang-bidang nonvokasi dan biasanya memiliki kekuasaan untuk memberikan gelar”.
Kebebasan akademis
Sebuah konsep penting yang membedakan universitas dengan yang lainnya adalah konsep kebebasan akademis. Dokumen pertama yang menjadi bukti atas hal ini adalah sebuah dokumen dari Universitas Bologna, yaitu sebuah pakta akademis berjudul Constitutio Habita yang keluar pada tahun 1158 atau 1155. Dokumen ini menjamin hak jalan bagi seorang ilmuwan yang sedang bepergian atas nama pendidikan. Kini, dokumen ini diklaim sebagai asal dari konsep “kebebasan akademis”.Hal ini kini sudah diketahui secara internasional. Pada 18 September 1988, 430 rektor universitas menandatangani Magna Charta Universitatum, sebuah dokumen yang menandai ulang tahun ke 900 pendirian Universitas Bologna. Jumlah universitas yang menandatangani Magna Charta Universitatum terus tumbuh dari seluruh dunia.
Asal-usul
Menurut Ensiklopedia Britannica, nenek moyang universitas berada di Asia dan Afrika dan sudah ada lebih dahulu daripada universitas-universitas Abad Pertengahan di Eropa. Beberapa orang menganggap Universitas Al Quaraouiyine yang didirikan di Maroko oleh Fatima al Fihri pada tahun 859 adalah universitas pemberi gelar paling tua di dunia.
Ada beberapa kesamaan antara universitas-universitas awal yang didirikan di daerah sekitar Laut Mediterania dengan madrasah dalam Islam. Perbedaannya, madrasah biasanya lebih kecil dan yang memberikan gelar biasanya adalah guru-guru dalam madrasah itu sendiri dan bukan madrasahnya.[21] Sejarawan-sejarawan seperti Arnold H. Green dan Hossein Nasr berargumen bahwa pada awal abad ke-10, ada beberapa madrasah Islam yang berubah menjadi universitas. Namun, sejarawan lain seperti George Makdisi, Toby Huff dan Norman Daniel berpendapat bahwa universitas gaya Eropa tidak memiliki kesamaan dengan apa pun yang berada dalam dunia Islam Abad Pertengahan. Ada ilmuwan lain yang berpendapat bahwa konsep universitas memang asli berasal dari Eropa, baik dalam sejarah, maupun dalam karakteristik. Darleen Pryds mempertanyakan hal ini dan menunjukkan bahwa berbagai madrasah dan universitas Eropa di daerah Laut Mediterania memiliki karakteristik yang mirip, yaitu sama-sama mendapatkan pendanaan dari kaum bangsawan dan diciptakan untuk menyuplai birokrat-birokrat lokal yang setia pada agenda pemerintahan.
Ada juga ilmuwan-ilmuwan, termasuk Makdisi, yang berargumen bahwa universitas-universitas Abad Pertengahan awal terpengaruh dengan madrasah-madrasah di Al-Andalus, di Keamiran Sisilia, serta madrasah-madrasah di Timur Tengah pada saat Perang Salib. Namun, Norman Daniel mengatakan bahwa klaim ini berlebihan. Roy Lowe serta Yoshihito Yasuhara juga belakangan ini menggunakan dokumen yang menunjukkan pengaruh pembelajaran dunia Islam pada universitas-universitas di Eropa Barat, agar para sejarawan dapat mempertimbangkan kembali pengembangan pendidikan tinggi, antara lain dengan cara menjauhkan pandangan mereka dari struktur pendidikan tinggi lokal ke konteks yang lebih global.